22 Januari 2026
Jurnal
Waktu
IZZA'S 23RD
Hai.
Hari ini kalender berulang lagi.
Tapi kamu bukan orang yang sama
dengan tahun lalu.
23
Dua puluh tiga tahun.
Fase di mana "dewasa"
bukan lagi rencana, tapi realita.
Bangun pagi, bekerja, pulang,
menata hidup di tempat yang sama.
Mas bangga liat caramu
merawat tanggung jawab itu.
Hidupmu sekarang rapi.
Penuh "harus ini" dan "harus itu".
Tapi di sela-sela itu,
kamu tetap sempat untuk peduli.
Mas suka perhatiin hal-hal kecil kamu.
Cara kamu benerin kerudung
yang sebenernya udah rapi,
cara kamu milih baju,
atau caramu senyum.
ITU YANG BIKIN KAMU, KAMU.
Kita punya dunia masing-masing.
Seminggu sekali kita ketemu.
Bukan sekadar biar ga kangen,
tapi biar rasa itu tetap 'mahal'.
Aneh ya, kalau lagi sama kamu.
Rasanya tenang banget, kayak waktu berhenti lama.
Tapi pas lihat jam, tiba-tiba sudah harus pulang.
Seharian rasanya cuma sekejap.
Curang memang, tapi itu yang bikin nagih.
Kita bisa diam-diaman di mobil atau telepon,
dan rasanya nggak canggung sama sekali.
Itu level nyaman yang paling tinggi buat Mas.
Mas suka caramu cerita pulang kerja.
Dan Mas lebih suka lagi caramu mendengarkan.
Padahal Mas tahu,
kepalamu sendiri sedang penuh.
Kita sama-sama sibuk.
Tapi kita nggak sibuk ninggalin.
Itu bentuk dewasa dari kata sayang.
Mas nggak perlu terus-terusan ngecek kamu.
Mas tahu kamu tahu batas.
Kepercayaan ini yang bikin hubungan kita
terasa ringan tapi kuat.
Nggak harus selalu kuat.
Mas sayang kamu pas kamu rapi.
Tapi Mas juga sayang pas kamu capek,
pas kamu uring-uringan,
pas kamu ngerasa dunia lagi jahat.
Terima kasih sudah jadi tempat pulang
yang nggak banyak nuntut.
Di ritme hidup yang padat ini,
kamu itu jeda yang paling tenang.
Ada hari-hari dimana Mas capek banget.
Tapi cuma liat notif dari kamu,
atau denger suaramu bentar aja,
rasanya kayak di-charge ulang.
Tawamu.
Itu salah satu suara favorit Mas di dunia.
Semoga di umur 23 ini, alasan kamu ketawa
jauh lebih banyak dari sedihmu.
Mas juga manusia, Za.
Pasti banyak kurangnya, kadang egois,
kadang nggak peka.
Makasih ya, udah sabar ngadepin Mas.
Doa Mas
Semoga hatimu selalu dicukupkan.
Semoga kerjaanmu lancar,
langkahmu diringankan,
dan kamu selalu merasa ditemenin.
Tetaplah tersenyum seperti ini.
Mas suka ngebayangin kita tua nanti.
Setiap langkah, makin dekat.
Satu hari lagi, satu tahun lagi.
Mas mau lewatin seribu tahun lagi,
asal sama kamu.
Pelan-pelan saja.
Kita ga lagi lomba lari.
Kita lagi bangun sesuatu yang
tahannya seumur hidup.
Mas ga bisa janjiin dunia ini bakal
selalu baik sama kamu.
Tapi Mas janji,
kamu ga akan sendirian ngehadapinnya.
Selamat Ulang Tahun ke-23.
Aku Sayang
Kamu.